Langsung ke konten utama

NHW Pra-Matrikulasi: ALIRAN RASA PRA MATRIKULASI & STUDIUM GENERALE (IIP BATCH #7)



Bismillahirrahmanirrahiim.

Diawali dari curhat tentang masalah pribadi, obrolan saya dengan saudara sepupu mengantarkan saya mengenal Institut Ibu Profesional (IIP), sebuah forum belajar bagi ibu dan calon ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya. Sebagai seorang singlelillah, saya mempunyai tekad untuk menggali ilmu terlebih dahulu, agar kelak saat tanggungjawab itu tiba, saya bukan saja menjadi sekadar seorang ibu, lebih dari itu, saya ingin menjadi ibu professional yang mampu membangun peradaban mulai dari lingkungan keluarga.

  • ·         Tahap Pra Matrikulasi

Tahap untuk menjadi seorang Ibu professional bagi saya memang masih panjang, ada beberapa tahapan yang harus saya lalui hingga saya benar-benar siap untuk ikut berkontribusi. Dan sekarang ini saya masih berada pada tahap pra matrikulasi, hmm apa ya matrikulasi itu? Yakni sebuah program persiapan bagi peserta untuk bertransformasi menjadi Ibu Profesional. Qadarullah, Allah pertemukan saya dengan ibu-ibu pembelajar di kelas Matrikulasi IIP batch #7.

Selama mengikuti kelas pra-matrikulasi, ada banyak sekali informasi yang saya dapat seputar kegiatan-kegiatan yang akan saya ikuti dengan jadwal yang sudah terstruktur selama menjadi Mahasiswi IIP. teh Fanvi sebagai wali kelas juga memaparkan tentang Code of Conduct (CoC) sebagai panduan bagi para peserta, isinya tentang hal yang boleh dan tidak boleh peserta lakukan selama ada di lingkungan komunitas Ibu professional. 

Walaupun tidak langsung bertatap muka, saya bisa merasakan energi positif itu sampai kepada diri saya dari berbagai hal yang narasumber sampaikan. Diskusi tanggal 16 Januari 2019 misalnya, yang membuat waktu pagi lebih berkah dengan pemaparan materi via whatsapp. Ada teh Wening dan teh Nurul kala itu yang menjawab berbagai pertanyaan dari ibu-ibu pembelajar terkait kegiatan di IIP regional khususnya di kota Bandung. Dari diskusi tersebut kami bisa mengetahui wilayah mana saja yang menjadi tempat Kelas Belajar (KB), juga ada pemaparan tentang Rumah Belajar (RB), yakni kegiatan yang disesuaikan dengan minat dan passion-nya. saat itu saya sudah tertarik untuk mengikuti RB dibidang Literasi dan Public speaking, kegiatan yang akan mengasah kemampuan saya dibidang membaca dan menulis, juga aktif bersuara di ruang publik. 

  • ·         Studium Generale
Di IIP ada satu acara yang membuat saya sangat terkagum-kagum, untuk pertama kalinya saya mengikuti “seminar” online dengan tajuk STUDIUM GENERALE hari pertama yang diikuti oleh dua ribuan lebih peserta dari seluruh Indonesia, luar biasanya acara berjalan secara kondusif dan atmosfernya seperti kita mengikuti seminar secara langsung, masyaAllah. Pada kegiatan tersebut hadir pula jajaran pengurus Institut Ibu Profesional, panitia, fasilitator, dan wali kelas Matrikulasi IIP Batch #7, yang membuat para peserta lebih mengenal dan merasa lebih dekat dengan mereka yang kini menjadi inspirator bagi kami di komunitas ini. Matrikulasi Success Stories menjadi puncak acara pada kegiatan malam itu, enam orang alumni mulai dari matrikulasi batch #1 hingga matrikulasi batch #6 menyampaikan cerita suksesnya mereka selama mengikuti program matrikulasi, berkisar tentang aplikasi pembelajaran matrikulasi di dalam kehidupan mereka sehari-hari. 

Dari keenam pemateri, semuanya bergerak dibidang yang berbeda-beda, namun tujuan mereka sama, yakni menjadi bermanfaat bagi keluarga dan sesama dengan fashion yang mereka miliki. Makin menggeloralah semangat saya malam itu, semakin tidak sabar untuk melahap habis semua tantangan yang akan saya lalui selama sembilan pekan ke depan di program matrikulasi ini. dan yang membuat saya bersemangat adalah di sini saya tidak belajar sendiri, akan ada rekan seperjuangan dan tentunya para fasilitator  yang akan membimbing kami untuk bersama-sama menuju perubahan ke arah yang lebih baik.
***

Allah selalu menunjukkan jalan bagi hamba-Nya yang ingin berproses menjadi bermanfaat, dan Allah telah menunjukkan jalan itu kepada saya, seorang fakir ilmu dan fakir amal yang ingin keberadaannya bisa bermanfaat bagi orang-orang sekitar, terkhusus bagi keluarga saya kelak. Tergabung dalam kelas Matrikulasi batch #7 Institut Ibu Profesional (IIP) adalah anugerah yang tak ingin saya lewatkan begitu saja, akan ada banyak peluang yang bisa saya manfaatkan untuk terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik dan ikut menjadi bagian dalam membangun peradaban yang bisa dimulai dari dalam keluarga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUDAYA | KESELARASAN JAMPÉ UBAR HATÉ DENGAN HADIST NABI (tentang kuatnya doa orang yang teraniaya)

Oleh: Heni Meliyanawati Tahukah anda bahwa Desa Ciparakan yang terletak di Kecamatan  Kalipucang, Pangandaran  merupakan gudangnya ilmu  mantra ?  Di desa ini  berbagai jenis  mantra  mudah sekali ditemukan dan ternyata masyarakatnya pun masih menggunakan  mantra dalam kehidupannya sehari-hari. M ulai  dari mantra yang digunakan untuk memulai suatu pekerjaan ( Jangjawokan ), mantra untuk menyembuhkan penyakit ( Jampé ), mantra dalam urusan menguasai jiwa yang lain ( Asihan ), mantra agar memiliki kekuatan ( Ajian ), mantra agar tidak diganggu oleh bangsa jin ( Singlar ), dan mantra yang digunakan untuk keselamatan ( Rajah ). Mantra sebagai salah satu karya sastra puisi  buhun  (kuno) lahir dalam masyarakat Sunda primitif. Menurut  Hauser (dalam Faruk, 2013:12), kesusastraan zaman primitif ini terbagi menjadi dua, yakni ketika masyarakat masih dalam pola produksi sebagai masyarakat berburu, misalnya, seni cenderung m...

Belajar dari Ketetapan

Halo pembaca yang budiman, sudah lama sekali aku tidak menyapa. Apa kabarnya? Semoga selalu sehat ya! Aku menulis ini dalam perjalanan pulang, pukul 17.45 di kereta api lokal tujuan Padalarang-Rancaekek. Rencananya aku ingin membeli tiket keberangkatan pukul 16.50, tetapi karena ketidaktahuanku bahwa pembelian tiket kereta ditutup 10 menit sebelum pemberangkatan, akhirnya aku membeli tiket keberangkatan pukul 17.20. Namun sayang sekali, hal yang tidak diharapkan terjadi, kereta ternyata mengalami keterlambatan, jadilah aku baru duduk di kereta di jam sekarang. Kejadian sederhana tadi mengingatkanku bahwa seringkali hidup tidak berjalan sesuai dengan yang kita bayangkan. Alih-alih bisa pulang lebih cepat, nyatanya malah semakin terlambat. Pembaca yang budiman, adalah hal yang tidak menyenangkan bukan ketika yang terjadi di kehidupan kita tidak sesuai dengan yang sudah direncanakan? Walaupun sekuat tenaga kita berusaha untuk mengejar hal kita inginkan, namun ketika bukan itu takdir kita,...

RINGKESAN BABAD PANJALU

Prabu Borosngora téh salah sahiji raja Panjalu. Kagungan putra dua, nyaéta Radén Aria Kuning sareng Radén Aria Kancana. Nalika ngarasa meujeuhna écag ngeureunan palay, marén muru ngabagawan, anjeunna milih Radén Aria Kuning pikeun nuluykeun, manjangkeun lalakon Panjalu. Sang Prabu mungkur tatan-tatan ngabagawan miang ka Jampang kalih mulawarga, kalebet Radén Aria Kancana. Radén Aria Kuning jeneng jadi Raja, mingpin rahayatna kalayan wijaksana. Panjalu tingtrim kertaraharja. Hiji waktu anjeunna aya karep palay ngabedahkeun Situ Léngkong, tuluy ngutus mantri pikeun ngangkir ramana ka Panjalu. Hanjakal Prabu Borosngora nu tos sepuh teu tiasa nyumponan pangangkir putrana. Prabu Borosngora laju ngutus Radén Aria Kancana pikeun ngawakilan anjeunna. Sadugina di tapelwates dayeuh, Radén Aria Kancana katut ponggawa ngantos dipapagkeun ku rakana. Orokaya Radén Aria Kuning kalah sukan-sukan ngala lauk. Ningal polah rakana kitu, Radén Aria Kancana bendu tuluy ngaburak-barik dayeuh nep...